PUK SB Karisma PT MNSJ Resmi Tercatat, Buruh Besitang Kini Punya Wadah Perjuangan Bersama

Admin RedMOL
0
Rapat pembentukan PUK SB Kharisma PT.MNSJ. 

LANGKAT, medan.redmol.id - Edukasi mengenai pentingnya keberadaan serikat pekerja dan serikat buruh akhirnya membuahkan hasil. Setelah melalui beberapa kali pertemuan antara pengurus DPC Serikat Buruh Karisma (SB Karisma) dengan para pekerja PT Mitra Niaga Sejati Jaya (MNSJ), para pekerja sepakat membentuk serikat buruh sebagai wadah perjuangan dan komunikasi bersama.

Kesepakatan tersebut kemudian diwujudkan dengan terbentuknya PUK SB Karisma PT.Mitra Niaga Sejati Jaya (MNSJ), yang beralamat di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Setelah seluruh proses pembentukan dilakukan, permohonan pencatatan serikat buruh yang diajukan melalui Ketua DPC SB Karisma, Syafruddin, kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Langkat akhirnya mendapat persetujuan.

Tepat pada 10 September 2026, bukti pencatatan PUK SB Karisma PT MNSJ telah diterbitkan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Langkat.

Bagi SB Karisma, pencatatan tersebut bukan sekadar proses administratif, tetapi menjadi langkah awal bagi para pekerja untuk memiliki wadah organisasi yang dapat menjadi sarana menyampaikan aspirasi, mendapatkan edukasi ketenagakerjaan, sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik dengan pihak perusahaan.

Ketua DPC SB Karisma, Syafruddin, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Langkat, khususnya Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Langkat, Hendy, yang dinilai telah memberikan respons cepat terhadap permohonan pencatatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Hendy yang telah merespons dengan cepat permohonan pencatatan serikat buruh ini. Kami memahami beliau sedang memiliki kesibukan yang cukup luar biasa, karena selain menjabat sebagai Plt. Kadisnaker Langkat, beliau juga masih merangkap sebagai Kabid Hubungan Industrial,” ujar Syafruddin.

Bukan Sekadar Memperjuangkan Hak

Syafruddin menegaskan bahwa keberadaan serikat buruh tidak boleh dipahami hanya sebagai organisasi yang datang ketika terjadi persoalan antara pekerja dan perusahaan.

Menurutnya, serikat buruh juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada pekerja agar memahami hak sekaligus kewajibannya.

“Pekerja harus tahu haknya, tetapi tentu harus tahu juga kewajibannya. Serikat buruh bukan tempat berlindung bagi pekerja yang tidak bekerja dengan baik. Justru kita ingin pekerja semakin disiplin, memahami aturan, menjalankan kewajibannya, dan pada saat yang sama hak-hak normatifnya juga diterima sesuai ketentuan,” tegasnya.

Ia berharap keberadaan PUK SB Karisma PT MNSJ dapat menciptakan rasa aman dan ketenangan bagi para pekerja dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Syafruddin, hubungan industrial yang sehat hanya dapat terwujud apabila pekerja dan perusahaan sama-sama memahami posisi serta tanggung jawab masing-masing.

“Kalau pekerja menjalankan kewajibannya dengan baik, perusahaan juga memenuhi hak-hak pekerja sesuai aturan, kemudian komunikasi dibangun secara terbuka, saya yakin hubungan industrial akan berjalan dengan baik,” katanya.

Serikat Buruh Diharapkan Jadi Jembatan

Lebih lanjut, Syafruddin berharap PUK SB Karisma PT MNSJ dapat menjadi jembatan komunikasi antara pekerja dan perusahaan.

Ia menilai keberadaan serikat buruh tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi perusahaan. Sebaliknya, organisasi pekerja dapat menjadi mitra dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, sehingga perusahaan dapat berkembang dan pekerja memperoleh kesejahteraan.

“Serikat buruh bukan untuk menghambat perusahaan. Kita justru ingin perusahaan maju, pekerja sejahtera. Karena kalau perusahaan maju dan pekerjanya sejahtera, tentu itu menjadi kebaikan bagi semua pihak,” ungkapnya.

Dengan telah diterbitkannya bukti pencatatan tersebut, Syafruddin berharap para pekerja PT MNSJ dapat semakin memahami arti penting berorganisasi serta menjadikan PUK sebagai wadah bersama untuk membangun komunikasi, menyampaikan aspirasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan melalui mekanisme yang baik.

“Kita ingin membangun hubungan industrial yang sehat: perusahaan maju, pekerja sejahtera, dan semua pihak saling menghormati hak serta menjalankan kewajibannya,” pungkas Syafruddin. (DJ)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Lanjutkan, Go it!) #days=(20)

Terima Kasi sudah berkunjung ke Mata Camera ID, Info Lewat WhatSapp Hubungi Sekarang
Ok, Go it!